
Monday, February 28, 2011
Kau dan Dandelion
Bunga dandelion yang kau tiup satu persatu luruh diantara bebatuan karang dan diantara jemari tanganmu
Angin laut tak mau membawanya ke pantai
Gurauan ombak sesekali menyapu pasir-pasir putih di bawah kakimu
Indahmu melengkapi sketsa pantai di mataku dan karang-karang kecil
Karena mereka hanya ingin dekat dengan dirimu
Untuk menantikan lagu-lagu jiwa dari bibirmu...
Aku memandangmu di sini di sudut lain pantai ini
Di bawah sebuah pohon kelapa yang masih kokoh menantang angin
Engkau tak akan menyadari keberadaanku di dekatmu
Karena aku tak ingin keanggunanmu terusik olehku...
Sungguh aku terpaku oleh setiap langkah-langkah kakimu
Elok bergaun putih mutiara yang terang oleh cahaya matahari
Gerakanmu menerbangkan helai-helai bunga dandelion itu
Alunan ombak seperti menyanjung kidung yang kau lagukan
Lalu dandelion itu seperti bintang putih kecil yang jatuh menerpamu
Angkasa kah yang memberimu cahaya kemilau para peri itu?
Nestapaku hilang dan larut dalam senyum maha indahmu
Yang membuatku seperti anak kecil terbuai dalam mimmpi bersama bidadari
Aku ingin memilikimu sebagai pendampingku, selamanya....
Sunday, February 20, 2011
Sedari Dulu
Biarkan aku menyapa mu di setiap tarikan nafasku
Agar aku merasa begitu dekat dengan hatimu
Walaupun terpisah oleh kilometer waktu
Diiringi bait dan lirik lagu yang selalu setia menemani detik dan menit hariku
Seperti nafas kita yang bergemuruh disaat itu
Beradu dengan deru ombak dan angin pantai di kala rembulan dan sinarnya menembus dasar lautan
Memang cintamu seperti candu yang terlafaz dalam bait lagu Tompi, Sedari Dulu
Kau adalah belahan jiwa dan ku tahu itu sayang sedari dulu
Hati tak kan berpaling darimu
Tapi raga memang tak termiliki serta begitu jauh
Hitam putih akan menadi hiasan di dinding rumah dengan atap harapan baru
Tapi jiwa ku serta album kenangan biru tentang hati merah jambu akan tetap abadi dan mengkristal di satu dinding kalbu dengan atap masa lalu
Selama aku mampu
Aku akan menjadi penjaga hatimu
Dan senantiasa tersenyum pada bahagia yang berlabuh nanti padamu
Saturday, January 8, 2011
Brankas Hati
Setangkai rasa masih melekat pada brankas hati. Ribuan kuncup terikat pita telah ditahtakan di atas hatimu yang lapang. Sekarang tinggal setangkai. Kembangnya memerah pada ruas-ruasnya yang tipis dan lembut. Mungkin tidak seharum kesuma kemboja ataupun dahlia. Tapi rasa itu masih mekar.
Tak ada pernak-pernik yang menemani kembang itu. Tak ada koin emas ataupun kemilau berlian dalam brankas. Tak juga ia bertangkai duri. Tapi ia tak dapat diambil orang. Kadang ada kupu-kupu cantik yang datang mengitarinya. Tapi ia tetap di sana. Sebab mahkluk cantik itu datang sebentar lalu pergi. Entah kemana...
Brankas itu sedang setengah terkunci. Tapi mudah terbuka juga. Kuncinya sudah diselipkan dalalm timbunan kembang yang ada padamu. Kau pun tahu kata sandinya. Setelah tangkai yang terakhir menari di jemarimu, brankas dapat kau tutup rapat-rapat. Dan brangkas itu sedang menjadi milikmu. Hatiku.
Diruang Ketiadaan mu
Semua dapat aku lakukan..yaa semuanya
Dari kehilangan ruang rasa dalam raga
Sementara satu garis merah tetap aku tahan
Berkaca di setiap langkah..
Setiap resiko dan kesempatan
Tapi mereka mengundang semua perasaanku
memelukku di rimba kisah roman
aku tak bisa tahan berenang di telaga upasmu
kurasakan cinta di tanganmu
menghangatkan sukma lebih dari bayangan yg menyelinap di belakang kepala
aku hanya bisa berharap di lembah kasih mu
berlanjut dan terus tumbuh
aku akui….aku bahagia
tapi aku ingin kamu tahu…
sebenarnya,
aku bener bener menikmati bidukmu
dan kau tahu..
di sebelah itu adalah kuburku…!!!
Saturday, January 1, 2011
Aku, Bunga Violet
mahkotaku hanya merona dengan hiasan senyum
ketika kau menyajikan rumpun bunga di tanganku
merah, kuning, putih beragam warna
lalu kau bacakan sebuah syair –syair rindu
aku menyanjungmu
menjadikanmu kisah dalam setiap lembaran hati
terendap dalam kedalaman jiwa
membuatku terlena oleh selaksa rasa yang tak kusangka
kini akhirnya kau menjadi canduku
hingga cahaya matahari pagi tadi menggugah mimpiku
aku sadar siapa aku, jiwaku, perasaanku
bunga violet hanya berkawan dengan rumput ilalang
tak pantas berada di jambangan yang sudah kau siapkan
tanganmu terlalu berharga untuk meraihku
kau adalah kupu-kupu cantik menawan
sayapmu memberi ketenangan
gerak-gerik lincahmu ibarat tarian peri di atas awan sana
aku tak bermadu
ungu kelabu dalam bayangan siang
bersembunyi di balik hitamnya malam
cahaya purnama tak mampu menyentuh
ilalang akan merusak warna sayapmu jika kau bersamaku
tempatmu adalah taman bunga dengan madu yang beraneka
kau dapat terbang bebas mengepakkan sayapmu
angin akan membawa wangimu merebak
dan bunga-bunga cantik penuh warna menantimu
kau semakin indah bersama mereka di sana
dan janganlah kau hiraukan keberadaanku
hanya mampu menatapmu nanar di balik ilalang
hingga aku layu, mati, dan menjadi saripati tanah
dengan kenanganmu di hembusan terakhir nafasku
Tuesday, December 28, 2010
Rumah Kaca III
menetaplah di rumah kacakukau adalah orang pertama yang mengunjungi rumah kacaku
jangan sejenak dan jadilah kau milikku
setelah 3 tahun lalu seseorang membiarkannya lusuh
aku takjub dengan wangi tubuhmu
menebarkan wangi di dinding kaca
menyelipkan aroma bunga di pot-pot kosong di balik pintu
dan memenuhi jalur napasku, memabukanku
aku suka tawa riangmu
menggetarkan kaca hatiku lalu luruh di pangkuanmu
di sudut cahaya matahari kau berbaring
rebah dalam cahaya putih
jubahmu bercahaya jingga merasuki setiap celah-celah kaca
aku terhenyak
menemukan wajahmu berseri
membuat rumah kacaku memancarkan bias rona bahagia
mengajakku untuk duduk dan menikmati keindahanmu
kau memeluk tubuh lusuhku
menyapu debu di wajahku
mengusap sisa air mata tadi malam yang mengering
sedang di sudut matamu aku juga melihat air mata itu
seakan kau ingin berlalu setelah kau bahagiakan hatiku
sesaat
sebelum sempat aku melihat secara sempurna wajahmu
Friday, December 24, 2010
Rindu Kita
aku masih teringat tentang kisah masa kecil kita
kisah yang mungkin saat itu tidaklah berarti bagi kita
karena yg ada adalah dunia yang penuh dengan gelak tawa
penuh dengan canda ceria
hingga waktu membawa kita ke dunia yang berbeda-beda
kau dengan jalan hidupmu dan aku dengan titian takdirku....
hingga di suatu hari Tuhan mempertemukan kita
meski hanya lewat sabda-sabda yang diterbangkan angin
meski hanya lewat bisikan-bisikan yang terdengar oleh rupa malam
lalu entah siapa yang memulainya yang ada sekarang
kau dan aku menjadi musafir yang tak tahu harus ke mana
kita tak tahu ke manakah kahidupan ini akan membawa cerita kita
sedang kita telah menyatukan harapan di atas bumi cinta....
di sini kita terpisah oleh bumi yang kita pijak sedang di bumi cinta,
kita menyatu lalu apakah kamu melihat ikatan rindu yang membelenggu jiwaku??
apakah kamu merasakan sayatan nestapa di jantungku??
atau kamu mendengar isakan lagu tentang namamu dari bibirku ini???
bila Tuhan saat ini memberiku sayap,
maka aku akan menjemputmu dan membawamu
ke tempat biasanya aku menikmati keindahan tentangmu.......
di sini aku menggenggam harapan
dan kau di sana menyimpan sunyi
kau pun hanya tersenyum di balik dada langit yang membiru
sedang aku menitipkan rinduku bersama percakapan kita
lalu aku biarkan perasaan kita yang berbicara berbicara tentang keinginan kita
berbicara tentang hasrat kita yang penuh kepedihan saat menahan rindu
yang tak tahu waktu akan bertemu
maka jiwa kita adalah satu saling menyelipkan rindu yang terbelenggu waktu
hingga nantinya kita menyatu di bawah kaki langit
bersama cahaya yang dibentangkan para malaikat dan rindu kita pun melebur di kening kita...
kisah yang mungkin saat itu tidaklah berarti bagi kita
karena yg ada adalah dunia yang penuh dengan gelak tawa
penuh dengan canda ceria
hingga waktu membawa kita ke dunia yang berbeda-beda
kau dengan jalan hidupmu dan aku dengan titian takdirku....
hingga di suatu hari Tuhan mempertemukan kita
meski hanya lewat sabda-sabda yang diterbangkan angin
meski hanya lewat bisikan-bisikan yang terdengar oleh rupa malam
lalu entah siapa yang memulainya yang ada sekarang
kau dan aku menjadi musafir yang tak tahu harus ke mana
kita tak tahu ke manakah kahidupan ini akan membawa cerita kita
sedang kita telah menyatukan harapan di atas bumi cinta....
di sini kita terpisah oleh bumi yang kita pijak sedang di bumi cinta,
kita menyatu lalu apakah kamu melihat ikatan rindu yang membelenggu jiwaku??
apakah kamu merasakan sayatan nestapa di jantungku??
atau kamu mendengar isakan lagu tentang namamu dari bibirku ini???
bila Tuhan saat ini memberiku sayap,
maka aku akan menjemputmu dan membawamu
ke tempat biasanya aku menikmati keindahan tentangmu.......
di sini aku menggenggam harapan
dan kau di sana menyimpan sunyi
kau pun hanya tersenyum di balik dada langit yang membiru
sedang aku menitipkan rinduku bersama percakapan kita
lalu aku biarkan perasaan kita yang berbicara berbicara tentang keinginan kita
berbicara tentang hasrat kita yang penuh kepedihan saat menahan rindu
yang tak tahu waktu akan bertemu
maka jiwa kita adalah satu saling menyelipkan rindu yang terbelenggu waktu
hingga nantinya kita menyatu di bawah kaki langit
bersama cahaya yang dibentangkan para malaikat dan rindu kita pun melebur di kening kita...
Subscribe to:
Posts (Atom)








